Senin, 14 Mei 2012

Cerita dari Negri Liliput

Kreativitas tanpa batas, itulah yang menjadi ciri khas dari negri yang luasnya paling mini dibandingkan negara lain di sekitarnya seperti Jerman dan Prancis.
Negri yang kekuatannya adalah kreativitas dalam mengelola segala sesuatu,
Ketangguhannya adalah mengubah keterbatasan menjadi keluarbiasaan.
Keahliannya adalah menjadikan hal tak berguna menjadi berdaya guna dan bernilai tinggi.
Kemampuannya adalah memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk menjadikan negrinya semakin besar.

Negri liliput adalah negri yang berada di benua biru, diantara negara-negara besar yang kaya raya.
Negri liliput harus berbesar hati menerima kondisi wilayahnya yang berada di bawah permukaan laut.
Kondisi ini membuat rakyatnya berpikir keras menjadikan negrinya bebas banjir dan tetap aman nyaman untuk ditinggali.
Hasilnya, dibuatlah banyak bendungan di seluruh penjuru negri. Bahkan pembuatan bendungan-bendungan itu pun ditularkan kepada negara bekas jajahannya, yaitu Indonesia.
Kreativitas tanpa batas nampak nyata di gaya arsitektur, kemajuan teknologi dan ilmu alam. Meski tergolong sebagai negara maju namun, negri ini tidak meninggalkan pertanian sebagai penggerak perekonomiannya.


Bentuk nyata kemajuan pertanian Negri Liliput tampak pada 10.000 hektar greenhouse yang menghasilkan sayur dan bunga terbaik ketiga di dunia. Greenhouse dibangun dengan sistem yang telah terkontrol secara canggih. Penggunaan tenaga kerja dan efektivitasnya dapat dikendalikan serta dinilai langsung oleh sistem komputerisasi. Pemanenan pun menggunakan troley yang berjalan diatas rel antara tanaman satu dengan lainnya. Hasil panenan langsung tersalur kan lewat ban berjalan yang semuanya itu dapat dikontrol software khusus. Di kala musim salju,  penggunaan lampu ultraviolet sebagai ganti sinar matahari sangatlah membantu sehingga proses fotosintesis tanaman tetap dapat berjalan.
Sesuai dengan keahliannya, Negri Liliput berhasil memanfaatkan limbah pertanian, jerami gandum dan kotoran ayam untuk usaha budidaya jamur tiram. Aplikasi modern seperti kumbung atau rumah tempat tumbuhnya jamur telah dilengkapi alat pengatur suhu, cahaya dan kelembapan otomatis. Jadi tagline “from waste to taste” yang diusung oleh usaha budidaya jamur tiram di daerah Mook, Kerkdriel dan Ammerzuden ini nyata kebenarannya. Jamur tiram kualitas ekspor dengan rasa yang enak dihasilkan dari perpaduan limbah pertanian dengan teknologi modern.   
Di bidang peternakan, negeri liliput ini mampu menjadi penghasil susu dan keju terbaik di dunia. Kesejahteraan hidup hewan ternak sangatlah diperhatikan sehingga menghasilkan kualitas susu yang terbaik. Proses pemerahan susu telah termekanisasi tanpa menyakiti hewan ternak.
Oogst 1000 Wonderland takes the structure of traditional Dutch farm buildings and rearranges them so that everything is “linked by technology proposed in the greenhouse village (Utrecht, the Netherlands) in order to create a self-sustainable system.
Pertanian di Negeri Liliput di bawah pengawasan Kementrian Ekonomi, Pertanian dan Inovasi. Hal itu menggambarkan bahwa Negri Liliput menilai ekonomi yang kuat didukung pertanian inovatif dan ramah lingkungan. Pertanian mendapat perhatian khusus karena fokus negara ini untuk membantu menanggulangi krisis pangan dunia. Pemerintahan Negri Liliput bekerja sama dan melibatkan peneliti untuk mengembangkan pertanian yang berkonsep ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi.Tak heran bila penelitian dan pengembangan teknologi pertanian di Negri Liliput sangat maju karena dukungan penuh dari pemerintahnya.

Negri Liliput ini telah membuktikan keterbatasan dan kekurangan bukan masalah yang besar. Selama daya cipta tak pernah mati maka terbuktilah Negri Liliput mampu meraksasai dunia. Negri Liliput itu adalah Belanda, sebuah negara yang kreatif dan produktif menciptakan inovasi teknologi yang makin memperkuat perekonomian negrinya. Tak ada salahnya belajar dari negri sang mantan penjajah ini.

Sumber :
http://inhabitat.com/vertical-farm-towering-eco-city/#ixzz1urIQFUnN

Belanda, Potret Negara Agraris yang Sebenarnya

Berbicara mengenai Negara Belanda, ingatan saya akan selalu tersambung dengan mantan negri penjajah dan kemajuan pertaniannya. Latar belakang pendidikan saya yang sedang mendalami agribisnis, mengantarkan saya untuk mengenal sepak terjang dan pola strategi Negara Belanda untuk memajukan sektor pertaniannya. Bukan hal yang sulit untuk menemukan berbagai topik kemajuan pertanian Belanda di majalah-majalah Indonesia, sekaligus di perkuliahan karena sejarah pertanian di Indonesia yang masih erat kaitannya dengan negri orange tersebut.
Belanda meninggalkan banyak pembelajaran di dunia pertanian mengenai pengairan, pola tanam, pendirian pendidikan khusus pertanian, pelatihan mengenai analisa usaha tani (landbouwbedrijfs ontledingen) dan lain sebagainya. Namun yang paling populer adalah sistem tanam paksa (cultuur stelsel) oleh Van den Bosch yang mewajibkan setiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi, tebu, nila dan tembakau. 

“If you want the present to be different from the past, study the past.” (Baruch Spinoza, Dutch Philosopher)
 
Sesuai dengan kutipan diatas, Belanda telah membuktikan menjadi negara yang berbeda dari negara-negara lain di dunia dengan terus belajar dan belajar. Belanda tampil menjadi negara yang kuat dan sering masuk dalam jajaran negara-negara terbaik di dunia di berbagai aspek. Belanda adalah negara pengekspor produk pertanian terbesar kedua setelah USA dan negara pengekspor sayur serta bunga terbesar ketiga di dunia.  Belanda memasok seperempat dari sayuran yang diekspor Eropa. Meskipun Belanda tergolong negara maju namun sektor agribisnis menjadi salah satu sektor utama dan pendorong kemajuan ekonomi Belanda.
 “Inovasi tiada henti dan kreativitas tanpa batas”
 Kedua hal tersebut yang membawa negara Belanda selalu menjadi yang terbaik. Kemajuan sektor pertanian Belanda tidak hanya berfokus pada optimalisasi keuntungan namun juga sangat memperhatikan keberlanjutan dan keramahan lingkungan. Pemerintah Belanda membentuk Mentri Ekonomi, Pertanian dan Inovasi yang difungsikan untuk membawa Belanda menjadi negara yang memadukan inovasi di dalam pertanian untuk mencapai ekonomi negara yang kuat dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup.
"Agriculture is our wisest pursuit, because it will in the end contribute most to real wealth, good morals, and happiness."  
(Letter from Thomas Jefferson to George Washington (1787))
Pada tahun 2010, di Belanda terdapat 10.000 Ha greenhouse dan separuhnya digunakan untuk menanam sayuran. Tomat, paprika dan mentimun merupakan hasil utama dari greenhouse ini. Greenhouse di Belanda dilengkapi teknologi yang canggih dan mengefisienkan waktu kerja. 
 Contohnya, greenhouse yang memproduksi honing tomaten sejenis tomat ceri dengan warna merah cerah, tekstur daging buah yang renyah dan cita rasa manis seperti madu. Greenhouse honing tomaten ini bisa dikatakan unik karena melibatkan lebah madu sebagai predator alami dan membantu dalam penyerbukan bunga tomat. Penggunaan lampu ultraviolet pada musim salju menggantikan paparan sinar matahari agar tanaman tetap dapat berfotosintesis sehingga kegiatan produksi tomat tidak terhenti. Desain kreatif pada kemasan makin mempercantik dan memberi kesan eksklusif tomat-tomat ini. Pemikiran kreatif yang membuat tomat tidak dipandang hanya sebagai sayur atau buah saja, namun mampu memberi kesan yang indah, eksklusif bahkan menarik untuk dijadikan cenderamata. Berikut kemasan honing tomaten yang begitu menarik dan telah mengisi rak-rak supermarket di Eropa. 
Belanda adalah contoh menjadi negeri agraris yang produktif, inovatif, kreatif, berskala dunia namun tetap menomorsatukan konsep ramah lingkungan, penggunaan teknologi berkelanjutan, efisiensi energi dan berorientasi pada kepuasan konsumen. Indonesia bisa belajar dari Negri Belanda, untuk menjadi negara agraris yang sebenarnya.


Sumber :
http://www.hollandtrade.com/index.asp
http://www.honingtomaten.nl
http://www.smokymountainfarm.com/index.php?option=com_content&view=article&id=63:quotesfarming&catid=31:general&Itemid=46

 

Sabtu, 18 Februari 2012

Penasaran

Lirik ::


kau bertanya mengapa kita terus berjalan
mencoba pertahankan meski ku tahu ada yang salah
benarkah ini hanyalah penasaran cinta

ku denganmu selalu jadi pertanyaan
tanpa sebuah jawaban, tanpa cinta
dirimu dan aku tlah banyak buang waktu
trus mencari jawaban cinta

impian bahagia akan menjadi nyata
bila ada rasa saling percaya
benarkah atau hanyalah penasaran cinta

ku denganmu selalu jadi pertanyaan
tanpa sebuah jawaban, tanpa cinta
dirimu dan aku tlah banyak buang waktu
trus mencari jawaban, mencari alasan cinta

ku denganmu selalu jadi pertanyaan
tanpa sebuah jawaban, tanpa cinta
dirimu dan aku tlah banyak buang waktu
trus mencari jawaban cinta

ku denganmu selalu jadi pertanyaan
tanpa sebuah jawaban, tanpa cinta
dirimu dan aku tlah banyak buang waktu
trus mencari jawaban tuk terus berjalan
mencari alasan tuk terus bertahan
tuk terus berjalan



okee..
di label My Playlist kali ini akan ada deretan lagu yang sering lalu lalang di telinga dan terucap bibir, membrainstroming otak dan sebagainya..
postingan lirik pertama kali ini saya pilih Penasaran dari Maliq & D'essentials, sukaa sekali dengan setiap lirik-lirik mereka. Jujur liriknya banyak yang galau bimbang gundah gulana tapi karena pembawaan musiknya yang easy listening efeknya jadi hepii aja gitu..

nah, kalo didengerin dan dirasain ini lagu mencritakan sebuah hubungan yang "dibiarkan" terus menggantung, sama-sama ga ngerti mau dibawa kemana..
banyak waktu yang udah dibuang, cari alasan supaya tetep bertahan..
tapi ujung-ujungnya hal itu berhenti di satu tanda tanya besar di hati masing-masing..
hohoho.. terbukti kan cerita liriknya daleem khususnya bagi pasangan-pasangan yang telah terbiasa bertahan dan merasa "sayang kalo diudahin" karena lamanya mereka bersamaa,,
:)

Sabtu, 11 Februari 2012

Dilanda Belanda Fever

woe. sudah pagi ternyata,
tapi mata masih berbinar-binar bak bertemu seseorang yang special..
entah sihir apa namanya yang membuat saya masih bisa betah bertahan di depan laptop memandangi dengan penuh hasrat setiap hal berbau negri oranye..

puter youtube satu, buka new tab lagi, daan seterusnya..
Rasanya ga ada puasnya, pengen lihat sudut-sudut kota dan hal-hal unik dari negri kompeni ini..
Saya lupa sejak kapan mulai jatuh hati dengan mantan negri penjajah tersebut,
mungkin sejak Belanda yang saya jagokan di Piala Dunia 2010 kemarin jadi runner up atau jauh sebelum itu ..

sudah dua tahun ini saya memang tertarik dengan Netherland, sebuah negara yang kecil, kira-kira seluas Jawa Tengah..
negara yang unik karena berada lebih rendah dari permukaan laut, semestinya hal itu bikin negri ini jadi sering banjir, namun faktanya negri ini ga pernah banjir.
Hal itu karena hobi orang Nederland yang suka buat dam alias bendungan..
Jadi tidak mengherankan kalo hobi bikin kanal-kanal besar, bendungan itu dibawa sampai ke Indonesia, negri jajahannya, .
Hingga saat ini  kanal-kanal besar dan dam masih bisa dijumpai, contohnya di Kota Solo bagian selatan yang punya "kalen-kalen" (saluran drainase berupa selokan, red) yang berukuran besar..

Nah, perasaan dilanda Belanda ini semakin menjadi-jadi setelah saya membaca buku negeri van oranje karangan Wahyuningrat dkk beberapa waktu lalu. Sebegitu menariknya petualangan dan pengalaman mereka berlima menjadi mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda, membuat khayalan saya sudah terbang jauh ke daratan Eropa..
Gara-gara buku ini lah yang membuat saya bisa merasakan bagaimana rasanya belajar di negara kincir angin, bolak-balik naik sepeda, dari perpus- kampus - asrama, serunya bisa jalan-jalan keliling Eropa, menikmati akses internet super cepat, surganya manusia pembelajar dan penelitian, en bla bla blaaa..

Sedikit curhat neh ya, kadang ngrasa aneh jadi mahasiswa di Indonesia, bawa buku tebel dikit aja udah diledekin sok pinter, apalagi baca di kerumunan orang banyak, bakal dianggap sok ngutu buku..
Kadang jadi aneh sendiri, mau berkembang ke arah yang baik tapi tanggapan orang lain itu perbuatan aneh bin sok-sokan..

Yup, video hal-hal yang berkaitan dengan Belanda sukses tersimpan di handphone dengan tujuan bila saya mulai jenuh dan malaaas, tinggal Play dan seketika itu ada dorongan semangat untuk menendang jauh rasa kantuk dan malas itu.. hehe..
Jujur, saya bersyukur banget punya teman, Abond-Ayu Bonding, yang hobi banget ngeretweet dan ngelink sebuah hal-hal yang berbau Netherland Scholarship ke account saya.. luar biasa memacu dan menginspirasi saya..  Thx Bond! :D

Kiranya, dilanda Belanda fever ini bukan berhenti sampai khayalan namun mampu bermetamorfosis menjadi hal konkrit yang mampu membuat kaki-kaki ini menjejakkan langkah mantapnya di Negeri van Oranje.. #AMIN 


Sepertinya cukup sampai disini dulu,
next time dilanjut lagi Dilanda Belanda Fever jilid 2.. :D

Kamis, 19 Januari 2012

#untitled

Di Kitab Suci pun menyatakan bahwa jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis merupakan salah satu hal yang mengherankan dan tidak mudah dimengerti. #proverbs
*#!%^&*%$#^&^*&$%#@$!#%$^&^*


Let's play!

-Ferris wheel at Batu City, East Java-
 
Selamat Tahun Baru China, Tahun Naga men..
kiranya rejekinya, kesehatannya panjang bagai naga.
owe suka kalo kita-kita bahagia.. :D 

Tempat bermain anak-anak di gereja lamaku, yang kini telah beralih fungsi... Hanya karena dua buah papan bertuliskan "DIBERHENTIKAN" . I miss this place.

Senin, 09 Januari 2012

I CALL IT "OVERCARING" ME

menjadi seorang anak, memiliki kewajiban untuk taat sama apa yang orang tua katakan..
seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umurku,
belajar taat dengan kata-kata orang tua itu..
suatu proses dan bagian tersendiri dari perjalanan hidup ini..

sedikit cerita saja,
saya ini paling suka jalan-jalan ke tempat baru, suka hal-hal yang menantang,
tapi apa yang saya katakan "paling suka" itu mesti bertentangan dengan kehendak ortu.




saya pikir ke-protective-an ortu akan terhenti saat saya kuliah,
ohh hoho ternyata enggak betull ituuw,
hipotesa itu ditolak, karena ternyata levelnya malah semakin naik,.

saat saya semester lima, pernah diajakin temen2 maen alias touring ke sana-sini,
dari gunung, lembah, pantai sampai sekedar persawahan..
namun apa daya, saya cuma bisa tersenyum tanpa bisa jawab tegas iya atau tidak.

Dann.. kejadian ga bisa ikutan acara-acara touring bareng temen-temen, adalah hal-hal ga enak yang harus saya nikmati selama saya masih serumah dengan ortu..
memang setiap pilihan ada baik buruknya, ada enak ga enaknya,
kalo saya ngekos mungkin urusan ambil keputusan ga akan seribet birokrasi perijinan ketika saya ga ngekos..
tapi anak rumahan macam saya bgini, paling nyaman damai aman sentosa soal urusan perut dan kebutuhan materi lainnya..

kadang saya cuma bisa nahan air mata supaya ga netes saat lagi memohon-mohon SIM (Surat Ijin Maen) ke ortu..
dan rasanya waktu ga dapet, kaya mata lagi angkat barbel 25kg, berat banget..
yaah sebagai anak yang ingin berbakti pada orang tua dan jadi contoh buat adek, pilihan taat dan nurut jadi opsi yang mesti dipilih..

ada kalanya, larangan, himbauan, wejangan dari ortu itu teramat berat di mata, gatal di telinga, dan bikin kacau galau hati,
tapii yakini saja setiap ortu menginginkan hal yang terbaik bagi anak-anaknya,
coba terima alasan-alasan larangan itu menjadi suatu cara untuk memahami betapa sayangnya mereka pada kita anak-anaknya..

so, jadi, kesimpulannya hai kita para anak,
mari pahami "OVERCARING" Orang tua kita,
semakin dewasa semakin dekatlah dengan ortu,
karena kita ga pernah tau kapan mereka tak akan bersama kita lagi..