“Kreativitas
tanpa batas”, itulah yang menjadi ciri khas dari negri yang luasnya paling mini
dibandingkan negara lain di sekitarnya seperti Jerman dan Prancis.
Negri
yang kekuatannya adalah kreativitas dalam mengelola segala sesuatu,
Ketangguhannya
adalah mengubah keterbatasan menjadi keluarbiasaan.
Keahliannya
adalah menjadikan hal tak berguna menjadi berdaya guna dan bernilai tinggi.
Kemampuannya
adalah memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk menjadikan negrinya semakin
besar.
Negri
liliput adalah negri yang berada di benua biru, diantara negara-negara besar
yang kaya raya.
Negri
liliput harus berbesar hati menerima kondisi wilayahnya yang berada di bawah
permukaan laut.
Kondisi
ini membuat rakyatnya berpikir keras menjadikan negrinya bebas banjir dan tetap
aman nyaman untuk ditinggali.
Hasilnya,
dibuatlah banyak bendungan di seluruh penjuru negri. Bahkan pembuatan
bendungan-bendungan itu pun ditularkan kepada negara bekas jajahannya, yaitu
Indonesia.
Kreativitas
tanpa batas nampak nyata di gaya arsitektur, kemajuan teknologi dan ilmu alam.
Meski tergolong sebagai negara maju namun, negri ini tidak meninggalkan
pertanian sebagai penggerak perekonomiannya.

Bentuk
nyata kemajuan pertanian Negri Liliput tampak pada 10.000 hektar greenhouse yang menghasilkan sayur dan
bunga terbaik ketiga di dunia. Greenhouse
dibangun dengan sistem yang telah terkontrol secara canggih. Penggunaan
tenaga kerja dan efektivitasnya dapat dikendalikan serta dinilai langsung oleh sistem
komputerisasi. Pemanenan pun menggunakan troley
yang berjalan diatas rel antara tanaman satu dengan lainnya. Hasil panenan
langsung tersalur kan lewat ban berjalan yang semuanya itu dapat dikontrol software khusus. Di kala musim
salju, penggunaan lampu ultraviolet
sebagai ganti sinar matahari sangatlah membantu sehingga proses fotosintesis
tanaman tetap dapat berjalan.
Sesuai
dengan keahliannya, Negri Liliput berhasil memanfaatkan limbah pertanian, jerami
gandum dan kotoran ayam untuk usaha budidaya jamur tiram. Aplikasi modern
seperti kumbung atau rumah tempat tumbuhnya jamur telah dilengkapi alat
pengatur suhu, cahaya dan kelembapan otomatis. Jadi tagline “from waste to taste” yang diusung oleh usaha budidaya
jamur tiram di daerah Mook, Kerkdriel dan Ammerzuden ini nyata kebenarannya.
Jamur tiram kualitas ekspor dengan rasa yang enak dihasilkan dari perpaduan
limbah pertanian dengan teknologi modern.
Di
bidang peternakan, negeri liliput ini mampu menjadi penghasil susu dan keju
terbaik di dunia. Kesejahteraan hidup hewan ternak sangatlah diperhatikan sehingga
menghasilkan kualitas susu yang terbaik. Proses pemerahan susu telah
termekanisasi tanpa menyakiti hewan ternak.
![]() |
| Oogst 1000 Wonderland takes the structure of traditional Dutch farm buildings and rearranges them so that everything is “linked by technology proposed in the greenhouse village (Utrecht, the Netherlands) in order to create a self-sustainable system.” |
Pertanian
di Negeri Liliput di bawah pengawasan Kementrian Ekonomi, Pertanian dan
Inovasi. Hal itu menggambarkan bahwa Negri Liliput menilai ekonomi yang kuat
didukung pertanian inovatif dan ramah lingkungan. Pertanian mendapat perhatian
khusus karena fokus negara ini untuk membantu menanggulangi krisis pangan
dunia. Pemerintahan Negri Liliput bekerja sama dan melibatkan peneliti untuk
mengembangkan pertanian yang berkonsep ramah lingkungan dan efisien dalam
penggunaan energi.Tak heran bila penelitian dan pengembangan teknologi
pertanian di Negri Liliput sangat maju karena dukungan penuh dari pemerintahnya.
Negri
Liliput ini telah membuktikan keterbatasan dan kekurangan bukan masalah yang
besar. Selama daya cipta tak pernah mati maka terbuktilah Negri Liliput mampu
meraksasai dunia. Negri Liliput itu adalah Belanda, sebuah negara yang kreatif
dan produktif menciptakan inovasi teknologi yang makin memperkuat perekonomian
negrinya. Tak ada salahnya belajar dari negri sang mantan penjajah ini.
Sumber :
http://inhabitat.com/vertical-farm-towering-eco-city/#ixzz1urIQFUnN


Tidak ada komentar:
Posting Komentar