Berbicara mengenai Negara Belanda, ingatan saya
akan selalu tersambung dengan mantan negri penjajah dan kemajuan pertaniannya.
Latar belakang pendidikan saya yang sedang mendalami agribisnis, mengantarkan saya
untuk mengenal sepak terjang dan pola strategi Negara Belanda untuk memajukan
sektor pertaniannya. Bukan hal yang sulit untuk menemukan berbagai topik
kemajuan pertanian Belanda di majalah-majalah Indonesia, sekaligus di
perkuliahan karena sejarah pertanian di Indonesia yang masih erat kaitannya
dengan negri orange tersebut.
Belanda meninggalkan banyak pembelajaran di dunia
pertanian mengenai pengairan, pola tanam, pendirian pendidikan khusus
pertanian, pelatihan mengenai analisa usaha tani (landbouwbedrijfs
ontledingen) dan lain sebagainya. Namun yang paling populer adalah sistem
tanam paksa (cultuur stelsel) oleh Van den Bosch yang mewajibkan setiap desa
harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor
khususnya kopi, tebu, nila dan tembakau.
“If you want the present to be different from the past, study the past.” (Baruch Spinoza, Dutch Philosopher)
Sesuai
dengan kutipan diatas, Belanda telah membuktikan menjadi negara yang berbeda
dari negara-negara lain di dunia dengan terus belajar dan belajar. Belanda tampil
menjadi negara yang kuat dan sering masuk dalam jajaran negara-negara terbaik
di dunia di berbagai aspek. Belanda adalah negara pengekspor produk pertanian terbesar
kedua setelah USA dan negara pengekspor sayur serta bunga terbesar ketiga di
dunia. Belanda memasok seperempat dari
sayuran yang diekspor Eropa. Meskipun Belanda tergolong negara maju namun
sektor agribisnis menjadi salah satu sektor utama dan pendorong kemajuan
ekonomi Belanda.
“Inovasi tiada henti dan kreativitas
tanpa batas”
Kedua
hal tersebut yang membawa negara Belanda selalu menjadi yang terbaik. Kemajuan
sektor pertanian Belanda tidak hanya berfokus pada optimalisasi keuntungan
namun juga sangat memperhatikan keberlanjutan dan keramahan lingkungan.
Pemerintah Belanda membentuk Mentri Ekonomi, Pertanian dan Inovasi yang
difungsikan untuk membawa Belanda menjadi negara yang memadukan inovasi di dalam
pertanian untuk mencapai ekonomi negara yang kuat dengan mengutamakan
keberlanjutan lingkungan hidup.
"Agriculture is our wisest pursuit, because it will in the end contribute most to real wealth, good morals, and happiness."
(Letter
from Thomas Jefferson to George Washington (1787))
Pada tahun 2010, di Belanda terdapat 10.000 Ha greenhouse dan separuhnya digunakan
untuk menanam sayuran. Tomat, paprika dan mentimun merupakan hasil utama dari greenhouse ini. Greenhouse di Belanda dilengkapi teknologi yang canggih dan
mengefisienkan waktu kerja.
Contohnya, greenhouse
yang memproduksi honing tomaten
sejenis tomat ceri dengan warna merah cerah, tekstur daging buah yang renyah
dan cita rasa manis seperti madu. Greenhouse
honing tomaten ini bisa dikatakan
unik karena melibatkan lebah madu sebagai predator alami dan membantu dalam
penyerbukan bunga tomat. Penggunaan lampu ultraviolet pada musim salju
menggantikan paparan sinar matahari agar tanaman tetap dapat berfotosintesis
sehingga kegiatan produksi tomat tidak terhenti. Desain kreatif pada kemasan
makin mempercantik dan memberi kesan eksklusif tomat-tomat ini. Pemikiran
kreatif yang membuat tomat tidak dipandang hanya sebagai sayur atau buah saja,
namun mampu memberi kesan yang indah, eksklusif bahkan menarik untuk dijadikan
cenderamata. Berikut kemasan honing tomaten yang begitu menarik dan telah
mengisi rak-rak supermarket di Eropa.
Belanda adalah contoh menjadi negeri
agraris yang produktif, inovatif, kreatif, berskala dunia namun tetap
menomorsatukan konsep ramah lingkungan, penggunaan teknologi berkelanjutan, efisiensi
energi dan berorientasi pada kepuasan konsumen. Indonesia bisa belajar dari Negri
Belanda, untuk menjadi negara agraris yang sebenarnya.
Sumber :
http://www.hollandtrade.com/index.asp
http://www.honingtomaten.nlhttp://www.smokymountainfarm.com/index.php?option=com_content&view=article&id=63:quotesfarming&catid=31:general&Itemid=46



Tidak ada komentar:
Posting Komentar