Senin, 14 Mei 2012

Story from Rockcity (memories of July)

Kota Apel, Batu, Malang..
Kota ini menjadi saksi bahwa sy bisa hidup mandiri jauh dari orang tua selama beberapa minggu.. Berasa udah wah banget ya, baru juga di Kota Batu, sebulan pula..
Jujur, dalam kurun waktu sebulan itu sy belajar banyak bagaimana bisa bertahan hidup dengan teman-teman yang rata-rata bukan teman dekat.
Jadi ceritanya, Juli-Agustus 2011 yang lalu, sy magang atau had internship di PT Kusuma Agro Batu Malang. Perusahaan ini bergerak di berbagai macam bidang, dari pemasaran sayur hortikultura, wisata petik apel, outbond, jasa klinik konsultasi agribisnis, food and beverage, perhotelan, sampai perumahan elit..
Nah, kebetulan pada waktu itu, sesuai nomer undian, sy mendapatkan tempat di departemen pemasaran buah dan sayur/Trading serta Departemen Budidaya Tanaman Semusim khususnya sayuran hortikultura. Jadi ga heran kalau selama saya magang, berasa lebih sehat, karena banyak makan buah, dari strawberry, jeruk, apel, semangka, dan tak lupa pulang membawa sayur hidroponik sortiran yang masih tampak layak pangan, hehehe..

Selama satu bulan di Rockcity alias Kota Batu, berbagai hal baru saya jumpai, mulai dari bagaimana melaksanakan perintah atasan yang lumayan galak, cara beradaptasi dengan lingkungan kerja yang diisi berbagai macam orang dengan berbagai macam latar belakang dan yang pasti belajar hidup mandiri serta mengenal 14 macam karakter teman serumah saya.

Awal kali saya magang di bagain trading, rasanya udah ga kuat aja. Kepala Divisi Trading saat itu adalah seorang laki-laki seumuran kakak sepupu saya dan judesnya bak chef juna. Hari pertama, saya dan keenam rekan saya diberi tantangan untuk bisa menjual buah sayur sebanyak-banyaknya memanfaatkan musim libur panjang anak sekolah. Alhasil saya yang ga bakat jualan mesti memaksakan diri untuk bisa menjual. Saya pun sampai browsing terlebih dulu untuk mengetahui apa nama buah/sayuran yang saya jual (karena jujur, banyak buah dan sayur yang asing di mata saya), cari tau apa manfaatnya, bagaimana cara masaknya dan bla-bla. Pada akhir hari, sekita jam 4 sore akhirnya kelompok saya yang berjualan di sekitar greenhouse harus mengaku kalah karena kelompok yang berjualan di area wisata petik apel mampu menjual lebih banyak. Dan tak terduga, kelompok kami mesti menjelaskan alasan kekalahan kami pada si bos juna tersebut.
Kalau diingat ada kejadian yang lucu juga, saat saya diajak pegawai lain untuk memasarkan alias menjual buah di kawasan dekat wisata petik apel. Kala itu, kuping saya dibuat merah karena pernyataan salah satu pegawai yang umurnya sudah terbilang bokap2, yang menyatakan kalo saya ini mirip mantan gebetannya dulu. Waduuuh.. rasanya semenjak saat itu saya jadi males bin enek tiap ketemu si bokap abg tua itu. Tiap kali ditawarin dianterin pulang, saya dan temen2 serempak jawab BIG NO. Meski pernah sekali kami terima tapi berujung dengan obrolan yang lagi-lagi memerahkan telinga.
hahaha..
Memang banyak hal yang tak terduga selama saya magang.
Sampai suatu saat saya dibuat kaget karena si bos judes ngajakin untuk ngirim barang ke supermarket di Kediri, wah.. ga pake babibuchacha, saya langsung bilang mau banget tapi dengan syarat boleh ngajak satu teman. FYI, emang sebelumnya saya pernah sampai semacem berdoa sama God supaya bisa ngadepin si bos judes alias ngobrol bebas tanpa rasa takut. Nah, bak gayung bersambut, hal itu jadi nyata.
Cerita-cerita seru selama perjalanan dan makan duren pun jadi bagian saat saya dan teman saya bisa ngobrol bebas tanpa rasa takut. Rasanya kaya maen sama seorang kakak laki-laki.
Belum berhenti sampai di situ saja, ceritanya saat farewell party  ,semacem makan malem perpisahan bareng temen-temen magang dari universitas lain, si bos judes ini tiba-tiba dateng, ikutan maen futsal, bayarin camilan, ikutan makan malem dan ikutan ngobrol bareng kami (walau sempat dikerjain juga sih aku, -.-')
Tapi tapi tapi..
yang pengen saya ceritakan disini kesimpulannya adalah ga perlu takut dan terlalu cemas sama lingkungan atau orang-orang baru. Terkadang kita cuma butuh waktu untuk mengerti karakter mereka. Apapun karakternya, asal kita bisa berlaku sopan dan mau menghargai orang lain, saya rasa ga akan jadi masalah untuk berkenalan dengan hal baruu..

okay, ini dulu memories of July nya, next time sambung lagi biar bisa jadi buku..
miss you, RockCity..

Cerita dari Negri Liliput

Kreativitas tanpa batas, itulah yang menjadi ciri khas dari negri yang luasnya paling mini dibandingkan negara lain di sekitarnya seperti Jerman dan Prancis.
Negri yang kekuatannya adalah kreativitas dalam mengelola segala sesuatu,
Ketangguhannya adalah mengubah keterbatasan menjadi keluarbiasaan.
Keahliannya adalah menjadikan hal tak berguna menjadi berdaya guna dan bernilai tinggi.
Kemampuannya adalah memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk menjadikan negrinya semakin besar.

Negri liliput adalah negri yang berada di benua biru, diantara negara-negara besar yang kaya raya.
Negri liliput harus berbesar hati menerima kondisi wilayahnya yang berada di bawah permukaan laut.
Kondisi ini membuat rakyatnya berpikir keras menjadikan negrinya bebas banjir dan tetap aman nyaman untuk ditinggali.
Hasilnya, dibuatlah banyak bendungan di seluruh penjuru negri. Bahkan pembuatan bendungan-bendungan itu pun ditularkan kepada negara bekas jajahannya, yaitu Indonesia.
Kreativitas tanpa batas nampak nyata di gaya arsitektur, kemajuan teknologi dan ilmu alam. Meski tergolong sebagai negara maju namun, negri ini tidak meninggalkan pertanian sebagai penggerak perekonomiannya.


Bentuk nyata kemajuan pertanian Negri Liliput tampak pada 10.000 hektar greenhouse yang menghasilkan sayur dan bunga terbaik ketiga di dunia. Greenhouse dibangun dengan sistem yang telah terkontrol secara canggih. Penggunaan tenaga kerja dan efektivitasnya dapat dikendalikan serta dinilai langsung oleh sistem komputerisasi. Pemanenan pun menggunakan troley yang berjalan diatas rel antara tanaman satu dengan lainnya. Hasil panenan langsung tersalur kan lewat ban berjalan yang semuanya itu dapat dikontrol software khusus. Di kala musim salju,  penggunaan lampu ultraviolet sebagai ganti sinar matahari sangatlah membantu sehingga proses fotosintesis tanaman tetap dapat berjalan.
Sesuai dengan keahliannya, Negri Liliput berhasil memanfaatkan limbah pertanian, jerami gandum dan kotoran ayam untuk usaha budidaya jamur tiram. Aplikasi modern seperti kumbung atau rumah tempat tumbuhnya jamur telah dilengkapi alat pengatur suhu, cahaya dan kelembapan otomatis. Jadi tagline “from waste to taste” yang diusung oleh usaha budidaya jamur tiram di daerah Mook, Kerkdriel dan Ammerzuden ini nyata kebenarannya. Jamur tiram kualitas ekspor dengan rasa yang enak dihasilkan dari perpaduan limbah pertanian dengan teknologi modern.   
Di bidang peternakan, negeri liliput ini mampu menjadi penghasil susu dan keju terbaik di dunia. Kesejahteraan hidup hewan ternak sangatlah diperhatikan sehingga menghasilkan kualitas susu yang terbaik. Proses pemerahan susu telah termekanisasi tanpa menyakiti hewan ternak.
Oogst 1000 Wonderland takes the structure of traditional Dutch farm buildings and rearranges them so that everything is “linked by technology proposed in the greenhouse village (Utrecht, the Netherlands) in order to create a self-sustainable system.
Pertanian di Negeri Liliput di bawah pengawasan Kementrian Ekonomi, Pertanian dan Inovasi. Hal itu menggambarkan bahwa Negri Liliput menilai ekonomi yang kuat didukung pertanian inovatif dan ramah lingkungan. Pertanian mendapat perhatian khusus karena fokus negara ini untuk membantu menanggulangi krisis pangan dunia. Pemerintahan Negri Liliput bekerja sama dan melibatkan peneliti untuk mengembangkan pertanian yang berkonsep ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi.Tak heran bila penelitian dan pengembangan teknologi pertanian di Negri Liliput sangat maju karena dukungan penuh dari pemerintahnya.

Negri Liliput ini telah membuktikan keterbatasan dan kekurangan bukan masalah yang besar. Selama daya cipta tak pernah mati maka terbuktilah Negri Liliput mampu meraksasai dunia. Negri Liliput itu adalah Belanda, sebuah negara yang kreatif dan produktif menciptakan inovasi teknologi yang makin memperkuat perekonomian negrinya. Tak ada salahnya belajar dari negri sang mantan penjajah ini.

Sumber :
http://inhabitat.com/vertical-farm-towering-eco-city/#ixzz1urIQFUnN

Belanda, Potret Negara Agraris yang Sebenarnya

Berbicara mengenai Negara Belanda, ingatan saya akan selalu tersambung dengan mantan negri penjajah dan kemajuan pertaniannya. Latar belakang pendidikan saya yang sedang mendalami agribisnis, mengantarkan saya untuk mengenal sepak terjang dan pola strategi Negara Belanda untuk memajukan sektor pertaniannya. Bukan hal yang sulit untuk menemukan berbagai topik kemajuan pertanian Belanda di majalah-majalah Indonesia, sekaligus di perkuliahan karena sejarah pertanian di Indonesia yang masih erat kaitannya dengan negri orange tersebut.
Belanda meninggalkan banyak pembelajaran di dunia pertanian mengenai pengairan, pola tanam, pendirian pendidikan khusus pertanian, pelatihan mengenai analisa usaha tani (landbouwbedrijfs ontledingen) dan lain sebagainya. Namun yang paling populer adalah sistem tanam paksa (cultuur stelsel) oleh Van den Bosch yang mewajibkan setiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi, tebu, nila dan tembakau. 

“If you want the present to be different from the past, study the past.” (Baruch Spinoza, Dutch Philosopher)
 
Sesuai dengan kutipan diatas, Belanda telah membuktikan menjadi negara yang berbeda dari negara-negara lain di dunia dengan terus belajar dan belajar. Belanda tampil menjadi negara yang kuat dan sering masuk dalam jajaran negara-negara terbaik di dunia di berbagai aspek. Belanda adalah negara pengekspor produk pertanian terbesar kedua setelah USA dan negara pengekspor sayur serta bunga terbesar ketiga di dunia.  Belanda memasok seperempat dari sayuran yang diekspor Eropa. Meskipun Belanda tergolong negara maju namun sektor agribisnis menjadi salah satu sektor utama dan pendorong kemajuan ekonomi Belanda.
 “Inovasi tiada henti dan kreativitas tanpa batas”
 Kedua hal tersebut yang membawa negara Belanda selalu menjadi yang terbaik. Kemajuan sektor pertanian Belanda tidak hanya berfokus pada optimalisasi keuntungan namun juga sangat memperhatikan keberlanjutan dan keramahan lingkungan. Pemerintah Belanda membentuk Mentri Ekonomi, Pertanian dan Inovasi yang difungsikan untuk membawa Belanda menjadi negara yang memadukan inovasi di dalam pertanian untuk mencapai ekonomi negara yang kuat dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup.
"Agriculture is our wisest pursuit, because it will in the end contribute most to real wealth, good morals, and happiness."  
(Letter from Thomas Jefferson to George Washington (1787))
Pada tahun 2010, di Belanda terdapat 10.000 Ha greenhouse dan separuhnya digunakan untuk menanam sayuran. Tomat, paprika dan mentimun merupakan hasil utama dari greenhouse ini. Greenhouse di Belanda dilengkapi teknologi yang canggih dan mengefisienkan waktu kerja. 
 Contohnya, greenhouse yang memproduksi honing tomaten sejenis tomat ceri dengan warna merah cerah, tekstur daging buah yang renyah dan cita rasa manis seperti madu. Greenhouse honing tomaten ini bisa dikatakan unik karena melibatkan lebah madu sebagai predator alami dan membantu dalam penyerbukan bunga tomat. Penggunaan lampu ultraviolet pada musim salju menggantikan paparan sinar matahari agar tanaman tetap dapat berfotosintesis sehingga kegiatan produksi tomat tidak terhenti. Desain kreatif pada kemasan makin mempercantik dan memberi kesan eksklusif tomat-tomat ini. Pemikiran kreatif yang membuat tomat tidak dipandang hanya sebagai sayur atau buah saja, namun mampu memberi kesan yang indah, eksklusif bahkan menarik untuk dijadikan cenderamata. Berikut kemasan honing tomaten yang begitu menarik dan telah mengisi rak-rak supermarket di Eropa. 
Belanda adalah contoh menjadi negeri agraris yang produktif, inovatif, kreatif, berskala dunia namun tetap menomorsatukan konsep ramah lingkungan, penggunaan teknologi berkelanjutan, efisiensi energi dan berorientasi pada kepuasan konsumen. Indonesia bisa belajar dari Negri Belanda, untuk menjadi negara agraris yang sebenarnya.


Sumber :
http://www.hollandtrade.com/index.asp
http://www.honingtomaten.nl
http://www.smokymountainfarm.com/index.php?option=com_content&view=article&id=63:quotesfarming&catid=31:general&Itemid=46